Featured

Resensi Buku: Selena dan Nebula (Tere Liye)

SELENA

Kamu memang tidak pandai menghilang, atau menguasai teknik Klan Bulan lainnya, tapi matamu setajam elang Pegunungan Berkabut. Ingatanmu sekuat gurat air di sungai-sungai jauh. Kamu punya bakat hebat. Hlm. 9

Novel ke 8 dan 9 dari fiksi petualangan Tere Liye, Bumi, akhirnya rilis tanggal 16 Maret 2020 lalu. Setelah membaca seri terakhirnya, Komet Minor, kisah melawan Si Tanpa Mahkota akhirnya selesai dengan kembalinya ia ke ‘penjara’ yang dijaga oleh Ngglanggeran dan Ngglanggeram. Seri Bumi ternyata tidak berakhir sampai di situ. Tere Liye dengan imajinasinya membawa kita kembali berpetualang untuk mengetahui siapa orang tua Raib yang akan diceritakan di seri Nebula.

Seri ini keluar dengan satu seri lainnya yaitu Selena. Aku bertanya-tanya mengapa novel-novel ini terdengar asing bagiku. Mungkinkah keduanya adalah 2 klan baru? Namun itu salah sangka. Seri pertama yang harus dibaca yaitu Selena, menggambarkan kisah Miss Keriting, guru matematika kesayangan Raib, Seli, dan Ali. Kalian tentu tidak akan asing dengan nama ini bila mengikuti kisah mereka dari awal, tapi bisa jadi lupa sepertiku, hehe.

Novel ini menceritakan kilas balik bagaimana kehidupan Selena atau Miss Keriting yang memiliki keterkaitan dengan orang tua Raib. Bukan terlahir dari keluarga yang kaya dan serba ada justru di awal, kisah ini membawa kita kepada keprihatinan serta kegigihan. Di klan nan jauh itu, tidak hanya klan Bumi, namun klan Bulan yang diceritakan memiliki teknologi lebih canggih dari Bumi pun masih memiliki penduduk yang hidup jauh dari kata layak. Gambaran stratifikasi sosial terlihat jelas dalam novel ini.

Selena yang ‘akhirnya’ yatim piatu merantau ke kota Tishri (ibukota klan Bulan) mencari pamannya. Melalui sepucuk wasiat yang ditinggalkan ibunya, ia mencari pamannya yang dikatakan akan merawat Selena. Kehidupan baru pun menantinya.

Kamu memiliki bakat besar seorang pengintai, dan kamu bersedia melakukan apa pun demi mencapai ambisimu. Semoga itu membawamu ke jalan kebaikan, bukan sebaliknya, karena seorang pengintai dekat sekali dengan jalan kegelapan. Hlm 180

Di penghujung halaman, kita baru menyadari bahwa alur kilas balik ini terjadi karena Selena sedang menceritakan semua kisahnya melalui komunikasi terbatas kepada Ali, Seli, dan Raib. Keadaannya sangat memprihatinkan. Kata maaf selalu terucap berulang kepada Raib. Selena seperti terpenjara di tempat antah-berantah. Hal ini memberi pesan adanya seseorang dengan kekuatan sangat besar, yang dapat menjadi ancaman baru untuk mereka bahkan dunia pararel.

Selena dengan tebal 368 halaman, memunculkan tokoh-tokoh baru, seperti Paman Raf; adik ibunya Selena yang tinggal dan cukup sukses sebagai kontraktor di kota Tishri, Master Ox yang dapat dikatakan rektor Akademi Bayangan Tingkat Tinggi yang selalu kesal dengan ulah Selena, Tazk dan Mata sahabat Selena yang senasib dan sejiwa serta masih banyak tokoh lainnya.

Ada juga tokoh yang sebelumnya sudah muncul melalui novel-novel terdahulunya, yang nanti akan kita ketahui bagaimana perjalanannya bertemu dengan Selena. Cerita tidak akan membawa kita berlama-lama di masa kecil. Alur akan lebih panjang menceritakan bagaimana Selena berusaha untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas atau lebih tepatnya Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, sekolah terbaik seklan Bulan, walau ia tidak pernah merasakan pendidikan di bangku sekolah.

Di awal perjalanan, Selena tidak memiliki kekuatan seperti sekarang. Ia berlatih berkali-kali namun tetap saja nihil, bahkan pukulan berdentumnya mirip kentut gajah. Beruntung ia terlahir dengan kecerdasan dan bakat sebagai pengintai. Dengan bantuan dari seseorang yang tidak pernah ia sangka, Tamus, aliran kekuatan yang terkunci itu akhirnya terbuka. Selena yang awalnya tidak lolos di tahap terakhir seleksi Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, memberanikan diri muncul di acara penerimaan mahasiswa baru dan membuat petinggi kampus ‘menerimanya’.

Bantuan dari Tamus ternyata harus dibayar mahal. Selena yang masih remaja dan naif dimanfaatkannya sebagai kaki kanan untuk menjalankan ambisinya yaitu mengembalikan Era Pemilik Kekuatan, melepaskan Si Tanpa Mahkota (yang pada masa itu masih terpenjara), membuat Selena terjebak di dunia kegelapan.

Seperti kisah Raib, Seli, dan Ali, dalam novel ini Selena juga trio dengan Mata dan Tazk. Persahabatan mereka tidak jauh beda dengan tiga murid Selena itu. Mata yang berasal dari Distrik Sungai-Sungai Jauh ternyata merupakan Pemilik Keturunan Murni. Tazk seorang cucu mantan Jenderal Pasukan Bayangan, mantan anggota boyband, dan memiliki teknik bertarung hebat. Mereka saling melengkapi, tapi lebih dari itu. Ada cinta yang tumbuh diantara mereka.

Setelah Perayaan Angkatan 78, Selena yang kembali ke kamarnya bertemu dengan Tamus melalui kaca. Misi terakhirnya untuk menerjemahkan isi perkamen tua pun ditagih. Puisi patah hati yang ia kira, ternyata sebuah petunjuk untuk menemukan Cawan Keabadian yang konon jika seseorang meminum air dari cawan tersebut akan memiliki kekuatan tak terkalahkan. Keberadaannya sangat diinginkan Tamus untuk membebaskan Si Tanpa Mahkota. Perjalanan Selena pun berlanjut ke Nebula.

Selena
Seri ke-8

Judul                : Selena

Pengarang       : Tere Liye

Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit    : 16 Maret 2020

Tebal buku       : 368 hlm

Ukuran            : 13,5x20cm

Harga buku      : Rp 85.000,00


NEBULA

 “Cawan Keabadian adalah salah satu pusaka dunia pararel. Penjaga keseimbangan. Sumber kekuatan tiada tara. Obat tiada tanding. Gembok paling kokoh. Tersimpan di sebuah klan jauh. Tempat dengan gunung-gunung tinggi yang terus bergerak mengikuti polanya. Klan dengan kabut, awan, dan debu yang menyelimuti terus-menerus, persis seperti namanya. Klan itu disebut dengan Nebula.” Hlm.178

Kilas balik yang diceritakan Selena kepada Ali, Seli, dan Raib masih berlanjut. Cerita tentang kehidupan Selena di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi dan petualangannya bersama dua sahabat menuju klan yang tak pernah dibayangkan lebih dijelaskan di novel ini. Ya sesuai judulnya, Nebula, mereka berangkat dengan modal petunjuk dari puisi yang sempat Selena curi informasinya untuk kepentingan Tamus dan juga nekat karena mereka berangkat ketika Proyek Akhir Angkatan 98 atau istilahnya Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Tokoh Mata dan Tazk juga semakin menjadi perhatian di alur cerita. Mata semakin menunjukkan tanda (walau tanpa sengaja) bahwa ia penerus keturunan murni yang menjadi kunci dalam petualangan. Begitu pun dengan Tazk. Ia  yang awalnya penurut dan selalu menaati aturan dari kakeknya menjadi berbalik arah setelah mengetahui perjalanan kelam kakeknya yang telah meninggal. Ia setuju dengan ide Selena untuk mencari Cawan Keabadian di klan Nebula.

Setelah menyelesaikan proyek, semua tim mendapat jatah untuk libur dua hari. Mereka memanfaatkan momen untuk mencari portal menuju klan tersebut. Mata juga ikut dalam petualangan ini dan berperan sangat penting karena dia lah sang kunci yang dicari-cari untuk membuka portal.

Klan Nebula tidak seseram namanya. Walau diliputi kabut, tetapi di cerita ia memiliki hutan dan penduduk yang tidak jauh berbeda dengan klan Bulan. Hanya pergeseran waktu yang cepat terjadi membedakan klan ini dengan sistem yang ‘biasanya’ karena Nebula terus bergerak dan berpindah-pindah. Klan ini juga memiliki misteri, dengan dinding yang mengelilingi lembah dan menjulang hingga langit. Dengan pasukan raksasa yang terkunci di dalamnya…

Rencana yang telah mereka buat menjadi dilema setelah mengetahui sejarah dan fungsi si cawan ajaib itu. Tidak hanya dilema tentang Cawan Keabadian, ternyata Selena juga dilema tentang perasaannya kepada Tazk. Pembaca mungkin sudah menebak kalau bukan Selena yang Tazk cintai melainkan sahabatnya, Mata, tapi Selena malah menutup telinga dan berpikir bahwa memang dia yang Tazk inginkan. Patah hati dan keras kepala membuat Selena memutuskan tetap mengambil cawan dan tidak memedulikan peringatan yang telah ia dapat meski ia sudah tahu sebelum perjalanan dimulai.

Kisah tentang cawan ternyata benar. Para raksasa yang terkurung di dinding tinggi itu akhirnya bebas setelah Selena mencuri dan berniat meninggalkan sahabatnya. Tamus yang licik muncul bersama pengikutnya di saat Selena hampir keluar dari portal. Para raksasa yang telah lepas pun membuat pertempuran semakin rumit. Hanya keturunan murni yang dapat mengekang kembali para raksasa namun semua itu membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.

Pemilik keturunan murni harus mengorbankan dirinya agar para raksasa dapat terkurung kembali di dalam dinding. Mata yang mengeluarkan cahaya hijau untuk mengurung kembali para raksasa, kehabisan tenaga tak tertolong. Cairan hijau yang tersisa di cawan, satu-satunya obat yang dapat Selena berikan kepada Mata. Dengan penyesalan, mereka bertiga harus mengorbankan masa depan dan memilih mengasingkan diri di klan Bumi.

Kisah asmara itu masih berlanjut antara Tazk dan Mata. Mereka menikah dan akhirnya memiliki seorang anak yang mewarisi kehebatan dari ayahnya dan keturunan murni dari ibunya. Selena yang menyesal atas keegoisannya, mengikhlaskan kedua sahabatnya berbahagia.

“Kamu tidak perlu meminta maaf, Selena. Kamu sahabat terbaikku. Hanya sahabat sejati yang bisa bersama-sama melewati petualangan di klan Nebula.” Hlm 350

Dari novel ini, kita mendapat hikmah bahwa kesetiaan yang dimiliki seorang sahabat menjadi harta yang berharga di atas segalanya. Selena yang walau ditakdirkan sebagai pengintai yang sulit memiliki teman, tetapi ia tetap setia pada Mata dan Tazk (meski awalnya sih membangkang). Mata pun yang sudah dikhianati Selena tetap baik dan tidak membenci sampai akhir hayatnya.

Di Nebula, Raib akhirnya tahu siapa orang tuanya. Musuh baru juga diketahui di akhir cerita. Perjalanan Raib, Seli, dan Ali akan berlanjut entah untuk menyelamatkan Miss Keriting atau mencegah si musuh yang ingin menghabisi seluruh pemilik keturunan.

Well, seperti novel sebelum-sebelumnya, kalau kita menyadari pada gaya penulisan Tere Liye, ia selalu menyebutkan kata atau kalimat yang diucap berulang. Penjelasan tentang sosok Tamus ketika muncul dihadapan Selena, umpatan Master Ox, dan masih ada beberapa lagi. Di satu sisi, hal ini membuat pembaca jadi ingat kembali kejadian atau kekhasan sang tokoh, tapi kadang juga bisa menjadi jenuh.

Nah, ada juga hal yang selalu menarik dari novel-novel kelanjutan seri Bumi ini yaitu penjelasan ilmiah yang diselipkan oleh Penulis. Jika di Komet Minor kita menemukan pohon Coco de Mer, di Selena kita akan menjumpai penjelasan tentang fotosintesis walaupun dengan tumbuhan fiksi atau di Nebula tentang gravitasi, kecepatan, dan udara serta kerang hijau yang dapat menjernikan air laut!

Tidak hanya itu, beberapa istilah yang relevan dengan kehidupan nyata juga muncul di sini. Pun istilah di dunia kampus yang sama dengan kehidupan masa kini, seperti IP (Indeks Prestasi), dosen, dan lain sebagainya. Tidak hanya istilah, namun fenomena seperti senioritas di kampus, pemberontakan untuk membangkitkan kubu lama politik, tim sepak bola, bahkan fenomena terkini juga dimasukkan oleh Tere Liye dalam novelnya, seperti boyband. Menarik, bukan?

Tim Kreatif juga mengajak kita menjadi seperti Selena. Dari sampul novel, kita dapat menebak hal apa dan ikon yang akan muncul di novel ini, sama seperti novel-novel pendahulunya. Warna sampul juga seakan-akan memberi tahu di mana latar akan terjadi. Sampul berwarna hijau kebiruan ini seperti gambaran bagaimana hijaunya Distrik Lembah Gajah, sedangkan Nebula memiliki sampul berwarna hitam dengan ikon para raksasa dan Cawan Keabadian.

Namun sayang, dalam cetakan pertama yang kubeli ini, masih terdapat kekurangan pada kesalahan ketik untuk penulisan kata baku. Selebihnya, keseruan tentang perjalanan hidup, rahasia, dan pengorbanan akan banyak kita temukan dalam seri Selena dan Nebula.

Nebula
Seri ke-9

Judul                : Nebula

Pengarang       : Tere Liye

Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit    : 16 Maret 2020

Tebal buku       : 376 hlm

Ukuran            : 13,5x20cm

Harga buku      : Rp 85.000,00

Sstt..
Dua buku ini bukanlah akhir, tapi awal terbukanya kembali portal menuju Klan Aldebaran, loh!

Prancis dan Indonesia, Apa Saja Sih Perbedaannya?

Kalau bicara tentang Prancis pasti hal pertama yang terlintas di benak kalian adalah Menara Eiffel, croissant, Negara Romantis atau lain sebagainya, tapi Prancis tidak hanya itu. Semua negara pasti memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang berbeda-beda. Menghabiskan waktu selama 7 minggu di Prancis membuatku menemukan beberapa perbedaan antara kedua negara. Mau tahu apa saja? Yuk, disimak!

  1. Waktu

Perbedaan waktu antara Indonesia dan Prancis adalah 6 jam lebih cepat, contohnya di Prancis pukul 7 pagi sedangkan di Indonesia sudah pukul 1 siang. Negara Prancis Metropolitan (yang berada di Eropa) memiliki zona waktu yang sama untuk satu wilayah, berbeda dengan Indonesia yang memiliki 3 zona waktu.

2. Tepat Waktu

Kalau di Indonesia ada istilah ‘jam karet’, hal ini tidak berlaku di Prancis. Orang Prancis memang terkenal akan tepat waktunya. Jika sudah membuat janji, mereka akan merencanakannya di buku Agenda yang pasti dimiliki oleh setiap orang, mencatat kemudian mengingatnya. Mereka sangat menghargai waktu.

3. Menyeberang Jalan Pada Tempatnya

Pejalan kaki sangat dihargai di negara ini. Jika mereka ingin menyeberang, mereka akan selalu didahulukan. Tak jarang mereka mengucapkan terima kasih atau hanya melalui gerakan tangan. Pejalan kaki juga menghargai pengguna kendaraan dengan cara menyeberang pada tempatnya.

4. Kaca Mobil Transparan

Jangan heran kalau kalian melihat semua mobil di sana tanpa kaca film alias transparan. Kalian bisa melihat isi mobil dan penumpang yang ada di dalamnya. Hal ini diterapkan agar mempermudah mengenali penumpang bila terjadi pelanggaran atau hal-hal yang tidak diinginkan. Musim di sana juga mendukung karena penumpang tidak akan terlalu silau atau panas di pagi atau siang hari. Kalau diterapkan di Indonesia bisa kegerahan ya penumpangnya hehehe

5. Baccalauréat

Setelah lulus sekolah menengah atas atau lycée, siswa di Prancis harus menempuh kualifikasi akamedik yang bernama baccalauréat atau bac sebelum masuk ke universitas atau dunia kerja. Sebenarnya tidak hanya Prancis, tetapi beberapa negara juga menerapkan sistem ini. Di Prancis terdapat tiga jenis utama bac yaitu umum, teknologi, dan profesi.

6. Baju Bebas

Selama di sekolah, anak-anak dibebaskan untuk memakai baju apa saja yang mereka ingin pakai alias tidak berseragam. Untuk guru dan pegawai pemerintahan pun berlaku demikian, tetapi tetap ada ketentuan, ya, seperti memakai pakaian yang sopan dan bersih tentunya 😊

7. Huruf A di mobil

Jika di jalan kalian melihat di kaca belakang mobil tertempel stiker putih bertuliskan huruf A besar yang berwarna merah, hal itu menunjukkan bahwa sang pengemudi merupakan orang yang masih dalam tahap belajar (apprentice) dan hal ini berlaku selama tiga tahun. Biasanya pengemudi ini adalah anak muda. Di Prancis, anak muda yang berusia 15 atau 16 tahun sudah mulai dapat belajar mengemudi dengan syarat masih didampingi orang tua atau pendamping (accompagnateur). Di negara ini juga lebih banyak orang yang menggunakan mobil daripada motor.

8. Makan Selalu Menggunakan Garpu dan Pisau

Jika kalian sering menonton film-film Eropa, saat bagian makan bersama pasti yang digunakan saat makan adalah garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Sendok hanya digunakan ketika memakan makanan yang berkuah seperti sup.

9. Makanan Pembuka, Utama, dan Penutup

Nama kerennya adalah entrée, plat, dan dessert. Untuk pembuka biasanya dengan sup atau salad. Makanan utama bisa sangat beragam. Sebelum masuk ke makanan penutup, mereka makan beberapa keju. Ketiga makanan ini selalu ada saat waktu makan. Tak heran orang Prancis dikenal dengan sebutan Gourmand atau orang yang suka makan.

10. Makan Bersama Keluarga

Momen ini sangat sakral bagi setiap keluarga karena saat makan bersama merupakan waktunya untuk berbagi cerita. Entah itu pengalaman hari ini, berita, atau hal lain yang ingin disampaikan. Makan bersama biasanya selalu dilakukan ketika malam hari karena jika pagi atau siang mereka memiliki kegiatan atau waktu yang berbeda.

11. Goûter atau Snack Time

Masih berkaitan dengan makan, Prancis memiliki waktu ngemil. Biasanya hal ini dilakukan mulai jam 3 atau 4 sore, tergantung individu. Jam-jam ini memang waktunya perut sudah berbunyi. Sebelum tiba waktu makan malam, mereka mengganjal perut dengan makanan ringan. Tak jarang mereka juga menghabiskan waktu sore dengan meminum secangkir kopi atau cokelat di kafe sambil bercengkrama dengan teman atau kolega.

12. Vin Minuman Nasional

Di setiap perjamuan, vin atau wine merupakan minuman wajib yang disediakan. Di setiap region memiliki vin khas masing-masing. Minuman ini hanya dikonsumsi oleh orang yang sudah dewasa saja dan terdapat batasan ketika meminum anggur. Untuk pengemudi, batasannya adalah dua gelas dan apabila melanggar serta terlihat mabuk, polisi bisa mengetahuinya melalui alat khusus.

13. Biser

Biser atau yang berarti mencium merupakan cara orang Prancis untuk ‘bersalaman’. Tidak memandang wanita atau pria, suami-istri orang atau tidak, anak kecil atau dewasa, ini adalah adat mereka jika bertemu atau akan berpisah dengan orang lain. Istilah Indonesia mungkin cipika-cipiki. Di tiap region Prancis bisa berbeda-beda, ada yang hanya dua kali (kanan-kiri), tiga, bahkan lima kali! Untuk anak kecil, sangat sopan jika ia mencium pipi orang dewasa sebagai salam.

14. Bonjour et au revoir!

Biasanya kita menyapa orang dengan mengatakan assalamualaikum, shalom, hai, atau halo. Di Prancis, mereka akan menyapa dengan ucapan bonjour (selamat pagi/siang/sore) atau bonsoir (selamat malam) terlebih dahulu. Terkadang jika sudah malam mereka tetap mengatakan bonjour. Jika sudah sangat akrab atau antar teman mereka akan mengatakan salut atau coucou!

Mau orang yang sudah dikenal atau belum, masuk ke restoran atau toko biasa, mereka akan selalu menyapa. Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba kalian masuk ke suatu toko dan tidak menyapa, sang pemilik akan menyapa duluan dan kadang dengan sindiran. Tak lupa jika akan berpisah mereka selalu mengatakan kalimat perpisahan seperti au revoir (sampai jumpa), a tout à l’heure (sampai nanti) à tout souite (sampai berjumpa segera) dan et bonne journée (semoga harimu menyenangkan).

Itulah beberapa perbedaan antara Indonesia dan Prancis. Sangat menyenangkan melihat perbedaan yang ada tetapi tetap ingat untuk mengambil sisi positifnya saja. Kalau menurut kalian, apa lagi perbedaan antara Indonesia dan Prancis?

Tata Cara Visa Schengen untuk Internship Student

Hi semua!

Bulan September 2019 lalu, aku mendapat kesempatan untuk membuat Visa Schengen jangka pendek (<90 hari). Sebelumnya tidak terpikir untuk mengajukan tipe visa ini karena tujuan utamaku hanyalah magang volunteering di negara Prancis sehingga mungkin bisa memakai Visa Pelajar, namun aku mendapat saran untuk membuat tipe visa ini agar mudah bila ingin berpergian ke negara Eropa lainnya. Ini merupakan kali pertamaku membuat visa dan mengurusnya sendiri alias tanpa melalui agen. Awalnya aku takut bila terjadi kesalahan atau kurangnya dokumen, tapi aku sangat bersyukur karena akhirnya aku mendapat visa pertamaku. Di tulisan ini, aku akan membagikan sedikit pengalaman dan langkah-langkah dalam mengajukan Visa Schengen melalui Kedutaan Besar Prancis. Semoga bermanfaat ya, bonne lecture!

Apa sih Visa Schengen itu?

Visa Schengen adalah visa yang memperbolehkan penggunanya untuk mengunjungi negara-negara di Benua Eropa yang termasuk ke dalam Perjanjian Schengen dengan jangka waktu tinggal tertentu. Negara-negara tersebut meliputi Belgia, Prancis, Monako, Jerman, Luksemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Italia, San Marino, Vatikan, Austria, Yunani, Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, Polandia, Ceko, Slowakia, Slovenia, Latvia, Lituania, Hongaria, Malta, dan Swiss. Sangat banyak, bukan?

Lalu, bagaimana cara untuk mengajukannya?

Kalian dapat mendaftar di salah satu kedutaan besar negara tersebut. Karena negara tujuan utamaku adalah Prancis, aku mengajukannya ke Kedutaan Besar Prancis Untuk Indonesia yang berada di Jalan M. H. Thamrin No.20, Jakarta Pusat 10350. Eits, tapi jangan langsung ke sana, ya, karena sejak bulan November 2015, Kedutaan Besar Prancis telah memberikan wewenang kepada TLScontact sebagai agen resmi untuk mengurus segala keperluan visa, mulai dari menginformasikan, menyarankan, menerima aplikasi visa, mengumpulkan biaya visa hingga pengembalian paspor.

Untuk mendaftar dan memilih tanggal serta jam janji temu dilakukan secara online. Sebelum masuk ke website TLScontact, kita diwajibkan untuk mendaftar di website France-Visas terlebih dahulu.

Frances-Visas

Tahap awal adalah mendaftar di website France-Visas.

  1. Registrasi data diri kamu di https://france-visas.gouv.fr/web/id
  2. Buat akun France-Visas dengan alamat e-mail dan memilih kata sandi.
  3. Pilih tipe visa yang diinginkan yaitu Visa Schengen (terdapat Visa Schengen/Pelajar/Pekerja) dengan jangka waktu short-stay (pendek) / long-stay (panjang) kemudian mengisi formulir online.
  4. Setelah mengisi formulir kalian dapat melihat daftar dokumen yang harus dibawa saat pengajuan di TLScontact nanti. Dokumen ini akan sesuai dengan keperluan permohonan kalian. Jadi tidak akan sama antara permohonan untuk keperluan perjalanan pribadi, bekerja, belajar, volunteering, dsb.
  5. Cetak formulir France-Visas dan Tanda Terima (Receipt) karena surat ini wajib dibawa saat pemberian dokumen pemohon di TLScontact.

Langkah-langkah tersebut sudah mulai berlaku sejak november 2018 lalu.

TLScontact

Tahap kedua adalah mendaftar di website resmi TLScontact https://fr.tlscontact.com/id/jkt/register.php?l=id untuk membuat akun. Kemudian mengisi informasi pribadi. Sebelumnya, kalian dapat memilih untuk pengajuan perorangan atau rombongan. Jika rombongan, kalian memilih salah satu nama untuk dijadikan ketua rombongan. Sebenarnya istilah aku saja, sih, karena nama ini yang akan menerima email konfirmasi pendaftaran formulir kalian.

BUAT JANJI TEMU (APPOINTMENT)

Setelah semua data diri sudah diisi, kalian akan diarahkan untuk memilih appointment. Tanggal, jam, dan kuota pemohon akan tertera di website. Jadi, kalian dapat memilih waktu sesuai kemampuan kalian. Biaya yang harus dibayar ketika pengajuan nanti juga tertera di sini.

Terakhir, penyerahan aplikasi langsung ke Gedung TLScontact di Menara Anugrah Lantai 3, Lingkar Mega Kuningan (di samping Kedutaan Besar Thailand). Waktu kedatangan kalian bisa disesuaikan dengan jam perjanjian sehingga tidak perlu mengantri dari pagi karena kalian akan dipanggil sesuai dengan jam yang dipilih.

Ketika mendaftar di website France-Visas, keperluan dokumen yang harus disiapkan akan muncul. Berikut adalah dokumen yang diperlukan bila kalian mengisi Visa Schengen jangka pendek untuk magang :

  1. Formulir permohonan asli yang sebelumnya sudah diisi melalui website.
  2. Receipt France-Visas
  3. Dua lembar foto terbaru ukuran 3,5×4,5 cm dengan latar belakang putih. Perlu diingat  komposisi muka adalah 80% jadi memang benar-benar menunjukan bentuk muka. Foto ini hanya dipakai untuk persyaratan, untuk di visa nanti akan difoto ulang dengan pengambilan cap jari biometrik.
  4. Prareservasi tiket pulang-pergi fotokopi.
  5. Asuransi perjalanan fotokopi.
  6. Buku tabungan 3 bulan terakhir asli. Perlu diingat tidak dibutuhkan bank reference karena biasanya surat itu hanya untuk tipe perjalanan pribadi/turis.
  7. Buku tabungan 3 bulan terakhir fotokopi.
  8. Akta lahir asli.
  9. Akta lahir fotokopi.
  10. Akta lahir terjemahan. Bila di akta masih menggunakan Bahasa Indonesia saja, bisa diurus melalui Dukcapil setempat namun dibutuhkan waktu sekitar seminggu atau lebih. Karena aktaku masih versi lama yang hanya menggunakan Bahasa Indonesia, aku menggunakan jasa penerjemah tersumpah karena lebih cepat. Waktu itu aku hanya menunggu sehari dan keesokan harinya sudah jadi. Akta terjemahan itu bisa menggunakan Bahasa Inggris atau Bahasa Prancis.
  11. Surat keterangan dari sekolah/instansi/universitas asli.
  12. Surat keterangan dari sekolah/instansi/universitas fotokopi.
  13. Surat keterangan dari sekolah/instansi/universitas terjemahan.
  14. Surat perjanjian dengan pihak Prancis yang bertanggung jawab di sana (invitation letter).
  15. Kartu Keluarga fotokopi.
  16. Paspor asli yang masih berlaku.
  17. Paspor fotokopi.

Karena visa ini menurutku termasuk visa eksklusif (bayangkan kamu bisa bebas masuk ke 27 negara dengan satu visa!), harga yang ditawarkan berbeda-beda tergantung jangka waktu tinggal. Pembayaran ini dilakukan langsung di kantor TLScontact setelah selesai mengajukan aplikasi. Mata uang yang digunakan adalah uang tunai rupiah atau bisa menggunakan kartu debit/kredit yang berlogo VISA/mastercard/JCB. Jangan lupa terdapat tambahan biaya administrasi sebesar Rp 370.000.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar harga Visa Prancis :

Jenis VisaEurosRupiah *
Visa transit bandara60917.400
Visa transit60917.400
Visa Schengen jangka pendek, untuk kunjungan kurang dari 90 hari60917.400
Visa jangka panjang, untuk kunjungan lebih dari 90 hari991.513.800
Departemen dan daerah luar Eropa yang dimiliki Perancis(DROM), untuk kunjungan kurang dari 90 hari60917.400
Wilayah luar Eropa yang dimiliki Perancis(CTOM), untuk kunjungan kurang dari 90 hari9137.600
Visa Schengen jangka pendek
Departemen dan daerah luar Eropa yang dimiliki Perancis(DROM)
1201.834.800
Visa Schengen jangka pendek
Wilayah luar Eropa yang dimiliki Perancis(CTOM)
691.055.000
Visa transit Schengen selama kurang dari 48 jam
Departemen dan daerah luar Eropa yang dimiliki Perancis(DROM)
60917.400
Visa transit Schengen selama kurang dari 48 jam
Wilayah luar Eropa yang dimiliki Perancis(CTOM)
9137.600

Sumber: https://fr.tlscontact.com/id/jkt/page.php?pid=application_fees&l=id

*bisa berubah sesuai dengan fluktuasi mata uang

Untuk seorang pemula pasti mengurus dokumen semacam ini termasuk ribet dan sulit. Tapi tenang, kalau kalian memang sudah tahu tujuan dan memiliki persyaratan dokumen yang lengkap, lebih baik buang jauh-jauh ketidakpedeannya!

Resensi Buku: Ceros dan Batozar, Komet sampai Komet Minor (Tere Liye)

IMG-20190415-WA0016

Siapa nih yang selalu penasaran dengan kelanjutan petualangan Raib, Seli, dan Ali? Setelah berpetualang di klan Bulan, Matahari, dan Bintang (baca di serial Bumi, Bulan, Matahari, Bintang), di tahun 2018 kemarin kisah mereka berlanjut ke Komet! Eits, sebelum masuk ke dunia Komet, kita bisa mengetahui tokoh-tokoh baru yang akan hadir di serial ke-6, Komet Minor, dengan membaca serial ke-4,5 nya yaitu Ceros dan Batozar.

CEROS DAN BATOZAR

Di Mana Kebaikan dan Kejahatan Saling Mengiringi

IMG-20190415-WA0014

Judul                : Ceros dan Batozar

Pengarang       : Tere Liye

Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit    : 28 Mei 2018

Tebal buku       : 376 hlm

Ukuran            : 13,5x20cm

Harga buku      : Rp. 95.000

Sekilas kalau membaca judulnya pasti kita bertanya-tanya apa itu Ceros? Apa itu Batozar? Apa mereka berteman? Apa mereka musuh baru? Kalau dipikir-pikir jawabannya mungkin iya, mungkin tidak. Daripada menerka-nerka lebih baik langsung masuk ke ceritanya, yuk!

CEROS

Di awal bab, kita akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai Ceros. Cerita bermula ketika Raib, Seli, dan Ali sedang karyawisata sekolah ke kota lain. Tempat yang akan mereka kunjungi adalah salah satu situs sejarah ternama (kalau kalian membaca dengan seksama, situs itu seperti salah satu kompleks candi yang ada di Jogjakarta, lho). Dari sinilah awal mula cerita yang akan membawa ketiga sahabat ini memulai petualangan tak terduga di perut bumi!

*          *          *

Bukan Ali namanya kalau tidak membawa alat-alat canggih nan unik milik klan lain. Ali yang sangat jenius dan cepat bosan (apalagi mendengar bu Ati yang sedang menjelaskan sejarah situs terkenal itu), akhirnya mengeluarkan sebuah alat kecil. Alat tersebut adalah sensor yang berguna untuk menangkap segala aktivitas yang berasal dari dunia pararel lain. Walau Raib dan Seli sudah geleng-geleng tidak setuju, ia tetap menggunakannya.

Firasat Ali yang benar ditambah sensor yang kian mendesing, menunjukkan adanya lorong-lorong tersembunyi di bawah bangunan kuno itu. Tanpa berpikir panjang, ILY (kendaraan terbang paling canggih sejagat bumi) yang sudah ada di atas mereka dengan mode tak terlihat, langsung dinaiki.

Setelah melewati lorong yang panjang, akhirnya mereka sampai di depan gerbang besar dengan tembok yang tinggi menghadang. Di samping gerbang itu ada dua patung raksasa yang sangat mengerikan. Patung itu berada di kanan-kiri gerbang seperti menjaga ruangan rahasia itu terlebih seperti peringatan ‘Anda dilarang masuk’. Lagi-lagi Ali tidak menghiraukannya. Di balik gerbang itu, ternyata ada pemandangan yang sangat indah, seakan-akan itu adalah permukaan bumi! Mereka yang sampai ketika senja sudah tiba, mendapatkan sensor Ali mendeteksi sesuatu yang bukan berasal dari klan Bumi. Akhirnya, gelap pun menyelimuti seluruh ruangan raksasa itu dan sesuatu yang tidak terduga muncul.

Itulah mereka, Ceros. Hmm.. Kalau diceritakan lebih lanjut gak seru ya, nanti jadi spoiler hihihi. Intinya di bagian ini mereka akan tahu apa itu Ceros, asal muasalnya, dan yang paling penting yaitu mereka menemukan kembali sebuah pusaka yang telah lama hilang.

BATOZAR

Setelah berpetualang ke perut bumi dan bertemu dengan Ceros, akhirnya Raib, Seli, dan Ali kembali ke permukaan dan menjalani aktivitas normal. Namun, petualangan mereka belum selesai. Sepulangnya dari tanah Ceros, terdengar kabar bahwa ada UFO yang melintas di atas situs bersejarah, tempat Seli, Raib, dan Ali karyawisata kemarin!

Semua orang menjadi heboh dan berita sudah tersebar di mana-mana. Raib yang kesal mendengarnya, menuduh Ali karena lupa mematikan mode tak terlihat. Namun, memang bukan ILY penyebabnya. Lalu siapakah itu? Apakah itu si Tanpa Mahkota? Atau kapsul terbang dari klan Bulan? Matahari? Bintang?

Tak lama kemudian, Miss Selena menemui Raib, Seli, dan Ali. Mereka yang tidak tahu kedatangan Miss Selena ke sekolah merasa sangat senang namun juga khawatir karna pasti ada hal penting yang membuat ia datang jauh-jauh untuk menemui ketiga sahabat itu. Akhirnya, pelaku yang membawa kapsul terbang tersebut terungkap. Mereka harus berhati-hati dan jangan sampai kejadian itu diketahui oleh penduduk Bumi. Ya, mereka akan berhadapan dengan Batozar si Penjagal.

*          *          *

Tak ada satu pun novel Tere Liye yang tidak mengandung makna kehidupan di dalamya. Dibungkus dengan kalimat yang halus tanpa menggurui, kita akan sadar bahwa kebaikan dan keburukan memang ada dan selalu beriringan. Di episode-episode terakhir bagian Ceros, kita akan dibawa ke konflik batin yang begitu menegangkan. Persahabatan, kekecewaan, dan pengorbanan menjadi tema besar dalam bagian ini.

Tapi hari ini, kawan, seluruh kekecewaan itu telah dipulihkan. Hari ini kami tenyata keliru besar. Terima kasih, Ali. Kami tahu sekarang, masih ada orang-orang dengan ketulusan bersedia mengorbankan diri demi sahabat.” (hlm 124)

Ceros yang begitu mempercayai penduduk asli ruangan itu dan ketika seorang pemuda yang datang dari permukaan, mereka sambut dengan baik dan diajarkan berbagai ilmu yang mereka punya, namun kekecewaanlah yang mereka dapat setelahnya. Hanya Raib, Seli, dan Ali yang begitu tulus dan naif, yang mengajarkan betapa pentingnya persahabatan. Ceros pun mengambil sebuah keputusan besar. Dari situlah ketiga sahabat ini akhirnya mendapatkan pusaka berharga yang merupakan ‘pasangan’ dari pusaka yang selama ini hilang.

Kemudian, Batozar yang diceritakan sebagai tokoh antagonis di bagian kedua novel ini, tidak semata hanya memiliki kejahatan yang ada pada dirinya.

Mungkin itu hukuman terbaik atas segala kejahatan yang pernah kulakukan. Apapun pembelaanku, aku tetap bagian dari masa lalu yang buruk. Aku memang melakukan kejahatan itu. Tidak ada pembelaan. Aku dilingkupi kebencian dan prasangka buruk.” (hlm 319)

Seseorang yang pernah melakukan tindak kriminal selamanya akan di pandang buruk dan ia harus menerima ganjarannya. Namun, apakah ia sepenuhnya bersalah? Hal apakah yang membuatnya sampai tega melakukan perbuatan keji itu? Dari situlah terjawab mengapa Batozar melarikan diri dari penjara klan Bulan.  Ada rahasia lain yang ingin ia ungkap dan hanya Raib yang bisa menolongnya.

Di akhir cerita, kita dapat mengetahui mengapa seorang Batozar dapat menjadi tahanan yang paling mengerikan dan ditakuti di klan Bulan. Tidak hanya itu, nuansa politik juga diangkat dalam novel ini. Kekejaman penguasa yang haus akan kekuasaan dan akhirnya menimbulkan pemberontakan di mana-mana, menyisakan ketidakadilan bagi mereka yang tertindas.

Akhirnya, dari serial ini kita dapat belajar bahwa sesuatu yang baik itu tidak selamanya baik, dan sesuatu yang jahat tidaklah selalu jahat. Seseorang yang baik, walau pun begitu sempurna di mata manusia tapi pasti memiliki suatu kekurangan. Sama seperti orang yang kita anggap jahat, belum tentu dia benar-benar jahat dan pasti masih memiliki setitik kebaikan dalam dirinya.

Bukan tugasku menghakimi seseorang jahat atau baik, Nak….Tapi dia adalah dia.” (hlm 282)

Misteri baru terungkap. Dari mana Raib berasal, masa lalu Batozar, dan apa rencana Si Tanpa Mahkota tersaji dalam spin-off serial Bintang ini. Perjalanan Raib, Seli, dan Ali ternyata masih panjang.

Hanya soal waktu kami akan kembali bertualang di dunia pararel, mencari tahu apa sebenarnya komet.” (hlm 352)

Novel ini memiliki sampul berwarna ungu dengan gambar iglo dan nuansa pohon pinus di bagian atas judul, serta beberapa benda dan hewan badak di sampul depannya. Seperti serial Bumi yang lain, kita dapat sedikit menebak hal apa saja yang akan muncul di novel ini melalui sampulnya. Walau mungkin ada bagian cerita yang terkesan lebay dan menimbulkan tanda tanya, ‘Kok bisa?’, selalu akan dijawab dengan penjelasan ilmiah melalui karakter Ali. Serial novel ini wajib banget dibaca sebelum kalian lanjut ke Komet, ya.

KOMET

Bertemu Si Serigala Berbulu Domba

IMG-20190415-WA0017

Judul                : Komet

Pengarang       : Tere Liye

Penerbit          : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit    : 28 Mei 2018

Tebal buku       : 384 hlm

Ukuran            : 13,5x20cm

Harga buku      : Rp 95.000

Kembalinya si Tanpa Mahkota membuat seluruh klan harus bersiap mengalami pertempuran besar. Raib, Seli, dan Ali akan melanjutkan petualangan mereka ke Komet. Kenapa ketiga sahabat ini harus pergi menuju Komet?

                                          *          *          *

Sepucuk surat datang ke kamar Ali, ketika Raib dan Seli juga sedang ‘menggerebek’ basement rumahnya karena sudah 8 hari tidak masuk sekolah. Surat itu bukan sembarang surat karena Av yang mengirimnya lewat kurir dunia pararel. Kabar mengenai si Tanpa Mahkota yang sedang mencari Komet membuat mereka bertiga diundang untuk bertemu perwakilan tiga klan di Klan Matahari untuk mendiskusikan hal genting ini.

Di serial ke-4,5 Bumi, Raib dan kawan-kawan yang bertemu Batozar, mendapat informasi bahwa  si Tanpa Mahkota akan mencari Komet (serial ke-4,5: Ceros dan Batozar). Komet memiliki sebuah pulau kecil dengan tanaman aneh di atasnya. Apalagi tujuan lain si Tanpa Mahkota kalau bukan untuk mencari portal menuju pusaka berharga yang dapat menyempurnakan kekuatannya.

Komet adalah nama salah satu klan di dunia pararel. Klan satu ini memang unik dan penuh teka-teki. Memiliki sifat seperti komet yang selalu bergerak dan tidak stabil membuat ketiga sahabat ini harus memutar otak untuk mencarinya. Mereka harus menemukan Komet sebelum si Tanpa Mahkota melakukannya. Cara agar cepat dan pasti sampai ke Komet harus dibayar mahal dengan pengorbanan festival terbesar klan Matahari.

Si Tanpa Mahkota pun mendapatkan keinginannya. Portal menuju Komet akhirnya terbuka. Memang dasar Ali Si Biang Kerok, ia langsung melompat ke dalam portal mengikuti si Tanpa Mahkota. Terpaksa, Raib dan Seli yang tidak ingin berpisah dari sahabatnya ikut menyusul sebelum portal tertutup.

Dalam cerita ini, kita akan dibawa ke imajinasi yang begitu dalam. Pemandangan indah yang digambarkan selama petualangan mengingatkan betapa indahnya gugusan-gugusan pulau yang ada di negara kita. Di novel ini ada 7 pulau yang dinamakan unik, sesuai nama-nama hari. Raib, Seli, dan Ali akan bertemu dengan orang-orang baru hingga dilanda cultural shock!

Kita seperti tersesat di zaman batu. Entahlah, apakah kita masih di Klan Matahari, atau berada di tempat yang benar-benar asing’. (Ali, hlm 79)

Mereka belajar bagaimana ‘di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung’ , fenomena alam yang terjadi di kepulauan dan bertemu dengan monster-monster yang menakutkan!

Dari ketujuh pulau itu, mereka harus menemukan pulau yang memiliki tanaman aneh. Jadilah mereka harus mencari satu per satu, pulau demi pulau. Setelah bertarung dengan monster terakhir, mereka hanya bisa bertahan di atas papan, tidak tahu lagi entah ke mana. Ketika keputusasaan sudah tiba, ada keajaiban yang tersisa. Pulau yang mereka cari terlihat, pulau Hari Sabtu.

Walau cerita akan lebih menegangkan dan kita terus dibuat penasaran seperti apa akhir cerita Raib dkk, tetapi dalam serial ini petualangan mereka tetap seru dan semaaakin seru karena hadirnya tokoh-tokoh baru dan tak terduga seperti Cindanita, Max serta pasangan Kay dan Nay.

Kay dan Nay Si Pemegang Kunci Lautan itu akan menguji ketiga sahabat demi memastikan layakkah mereka untuk masuk ke portal menuju pulau berikutnya yaitu pulau terakhir di perjalanan ini, pulau Hari Minggu. Ketegangan batin terulang lagi di episode-episode terakhir serial ini. Harus ada pengorbanan untuk mencapai keinginan. Ujian terakhir itu akhirnya bisa dilewati ketiga sahabat serta teman baru yang menemani mereka.

Berangkatlah, Nak. Petualangan baru telah menunggu kalian di sana. berhati-hatilah selalu. Di dunia ini ada banyak hal yang kita lihat tidak seperti terlihat. Ada banyak hal yang kita kenal, tapi tidak seperti yang kita kenal.

Aku bisa saja membantu kalian menyingkap rahasia, topeng, kebohongan di ruangan ini misalnya, tapi membiarkan kalian memahaminya secara langsung akan lebih bijak. Aku juga bisa saja menghentikan banyak kerusakan di dunia sekarang juga, tapi membiarkan kalian belajar, tumbuh dengan hati yang jernih, akan membawa lebih banyak kebaikan  bagi dunia pararel. Berangkatlah.” (Paman Kay, hlm 365)

Portal terbuka. Butuh waktu setengah jam berlayar untuk sampai di pulau itu. Pulau di mana tanaman ajaib tumbuh, saat buahnya dipetik, saat itu juga portal ke Komet Minor terbuka. Bayangkan masih ada komet lagi di dalam komet!

Namun detik-detik terakhir sampai di pulau itu, dari sinilah kita dapat mengetahui siapa sebenarnya yang berkhianat, si Serigala Berbulu Domba. Tidak hanya itu, ada fakta baru terungkap bahwa salah satu dari mereka memiliki garis keturunan si Tanpa Mahkota!

*          *          *

Di awal episode, kita akan diajak berkenalan dengan sebuah tanaman paling langka di dunia: Coco de Mer. Ini berawal ketika Pak Gun (guru biologi paling asik dan detail yang pernah aku temukan) menjelaskan tentang tumbuhan yang berkembang biak secara vegetatif dan generatif.

Coco de Mer adalah kelapa jenis langka yang tumbuh di Kepulauan Seychelles, Laut India. Tumbuhan ini menjadi begitu spesial karena membutuhkan 80 tahun sekali untuk berbuah dan 7 tahun untuk proses mematangkan buah tersebut. Jika di total, berarti butuh 87  tahun untuk mencicipi buah dari pohon ini. Buahnya pun bukan sembarang buah karena memiliki ukuran raksasa, loh 😮

Kenapa ada penjelasan seperti ini, ya? Kalau dilihat-lihat, pohon Coco de Mer memiliki kesamaan dengan pulau yang memiliki tanaman aneh yang dicari si Tanpa Mahkota. Kalau boleh aku simpulkan, mungkin ini yang menginspirasi Tere Liye untuk menggambarkan pulau ajaib itu.

Itu sebenarnya bukan pulau, melainkan biji tumbuhan raksasa. Besar biji itu belasan kilometer, terendam di dalam laut, kemudian seperti kecambah, tumbuh pohon sebesar kelapa. Pohon itu berbuah. Butuh dua ribu tahun lamanya agar buahnya matang….Saat buahnya matang, saat itulah portal menuju Komet Minor-Klan yang dicari banyak orang terbuka.” (Paman Kay, hlm 361)

 Terakhir, selalu ada petuah di semua cerita yang ditulis Tere Liye. Salah satu yang paling mengena di serial ini adalah tentang roda kehidupan. Seketika Raib, Seli, dan Ali berada di atas, di mana mereka serba cukup, makanan berlimpah. Kadang mereka juga di bawah, tidak ada harapan, kekurangan yang mereka butuhkan. Ya, begitulah kehidupan yang sebenarnya. Tidak akan ada yang tahu bagaimana nasib manusia selanjutnya.

Di akhir serial ini, saat hampir sampai menuju tempat tujuan, mereka tidak menduga akan dikhianati oleh orang yang dipercaya. Hal ini membuat kita semakin penasaran bagaimana kelanjutan dari petualangan tiga sahabat yang hebat ini. Sebelum berlanjut ke Komet Minor, kalian wajib banget membaca serial ini.

KOMET MINOR

Kejahatan yang Dibalas Kebaikan

IMG-20190415-WA0015

Judul                     :  Komet Minor

Pengarang          : Tere Liye

Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit       : 11 Maret 2019

Tebal buku          : 376 hlm

Ukuran                 : 13,5x20cm

Harga buku         : Rp 105.000

Tak lebih dari setahun, akhirnya kelanjutan kisah tiga anak istimewa: Raib, Seli, dan Ali telah terbit. Di serial sebelumnya, Komet, ketiga sahabat ini tertipu oleh si Tanpa Mahkota! Tidak disangka orang yang selama ini menemani perjalanan mereka, yang menjadi kapten untuk perahu mereka, ternyata adalah si Jahat itu. Raib, Seli, dan Ali tidak dapat berkutik ketika si Tanpa Mahkota memetik buah ajaib itu karena mereka terikat oleh jaring perak yang sangat kuat.

Di awal episode, kita akan langsung dibawa ke situasi yang menegangkan. Entah apa yang terjadi, ketika buah itu sudah dipetik, seketika air laut mulai mendidih dan dipenuhi buih. Ada sesuatu yang akan mendatangi mereka. Dia bergerak di lautan dan ukurannya lebih besar daripada gurita raksasa yang mengejar mereka sebelum sampai di pulau Hari Sabtu.

Bila kalian menduga bahwa portal itu akan terbuka di sekitar pulau atau setidaknya seperti portal biasa sebesar ukuran tangan (karena di cerita-cerita sebelumnya seperti itu), maka kalian salah besar! (termasuk aku, sih) Mahluk itulah yang ternyata akan membuka portal menuju klan Komet Minor. Sang Penipu hanya berdiri tenang menyambut mahluk yang sudah membuka mulutnya yang lebar, ketiga sahabat sudah pasrah akan ditelan olehnya. Entah apa yang dilakukan Ali yang sibuk sendiri (sampai membuat Raib jengkel). Ikan super duper raksasa itu sudah hampir dekat. Di detik-detik terakhir mereka akan ditelan, keluar cermin kecil yang daritadi ternyata sibuk Ali rogoh di celananya. Ada portal yang ingin ia buka dan siapa lagi yang akan melalui portal cermin selain si Penjagal, Batozar!

Ternyata serial Bumi ke-4,5, Ceros dan Batozar, memiliki keterkaitan dengan novel terakhir ini. Pertemuan dengan Ngglanggeran dan Ngglanggeram pun tidak berakhir di serial spin-off itu, terlebih Batozar. Di akhir cerita Ceros dan Batozar, Batozar diduga telah terbunuh. Jasadnya hilang dan tersisa hanya cermin kecil. Tidak disangka sang Penjagal itu menggunakan trik jitunya ketika peluru tembakan pasukan Thog hampir menghujaninya. Ali yang jenius mengambil cermin dan itulah yang ingin ia gunakan di saat-saat terakhir ini.

Kaget seribu kaget, si Tanpa Mahkota tidak menduga akan kedatangan satu tamu lagi. Di episode ini terjadi percakapan lucu antara si Tanpa Mahkota dengan Sang Penjagal. Tidak terima disebut ‘Nir-Mahkota’, si Tanpa Mahkota balik memanggil Batozar dengan ‘si Bukan Siapa-Siapa’. Batozar sih biasa saja dipanggil begitu, si Tanpa Mahkota? Jangan ditanya 😀 Ia yang geram akhirnya mengejar mereka berempat ketika pulau itu sudah mendarat di perut sang Ikan. Ya, mereka telah tiba di klan Komet Minor. Perjalanan panjang mencari senjata pusaka semakin seru dengan ditemani oleh sekutu terbaik mereka: Batozar.

                Kalau di kisah sebelumnya klan Komet memiliki pemandangan indah ala gugusan kepulauan, berbeda dengan klan Komet Minor yang pemandangannya lebih menakjubkan bin aneh-aneh. Bayangkan tempat yang akan mereka jelajahi ternyata lebih seperti dunia mikroskopis versi jumbo. Hewan-hewan yang tinggal tidak kalah fantastis. Di serial terakhir ini, tokoh-tokoh baru akan lebih banyak hadir. Di tengah perjalanan menuju rumah seseorang, mereka bertemu ST4R dan SP4RK. Kakak beradik ini juga sedang dalam misi seperti mereka, hanya sosok yang dicari berbeda. Ratu Calista, sang ditaktor kejam dari konstilasi jauh ingin menguasai dunia pararel ST4R dan P4RK. Mereka berdua ingin mencegahnya sebelum terlambat. Ssst… kisah kakak beradik ini akan diceritakan di serial terpisah dengan judul Proxima Centauri. Jadi gak sabar kan? Hihihi. Selain itu, akan hadir Para Pemburu yang reuni setelah sekian ribu tahun membubarkan diri. Dengan karakter khas masing-masing, Para Pemburu memberi warna tersendiri di kisah ini. contohnya seperti Finale si kakek tua. Penyakit pikunnya yang bikin gemes menjadi penghibur di sela-sela ketegangan. Tapi jangan salah ya kawan-kawan, tua-tua begitu Finale masih sehebat ketika bertarung dulu, loh.

““Lho?” Finale termangu menatap lubang menganga. “Di mana rumahku? Astaga! Aku benar-benar sudah pikun, Kulture. Aku bahkan lupa meletakkan rumahku di mana. Sumpah, tadi masih ada di sana.” (Finale, hlm 346)

Di akhir cerita, aku tidak menduga bahwa si tokoh utama bukanlah ‘pahlawan’ yang akan muncul mengalahkan si Tanpa Mahkota. Cara yang ia lakukan pun menurutku memang paling the best. Kalau kembali ke serial Komet, cara ini terinspirasi dari kebohongan yang pernah Max lakukan pada mereka. Memang bukan hal yang baik, sih, tapi kalau dipikir-pikir memang benar itu satu-satunya cara agar mengalahkan si Tanpa Mahkota yang super kuat. Yang menjadi takjub adalah bagaimana akhir dari seluruh perjalanan ini. Siapa sangka kejahatan yang pernah dilakukan akhirnya dibalas dengan kebaikan. Dari sini kita belajar bahwa memaafkan adalah jalan terbaik. Terakhir, akan ada kejutan lain yang sudah Tere Liye siapkan untuk penggemarnya.

Kita tidak pernah tahu akibat yang telah kita perbuat, Entre. Apa dampaknya ke kehidupan berikutnya dan berikutnya lagi. Hanya karena sesuatu itu terlihat buruk, tidak otomatis terlihat buruk betulan. Pun sebaliknya, hanya karena sesuatu terlihat baik, tidak otomatis memang baik sesungguhnya. Mungkin saja ada hikmah yang tersembunyi, yang tidak kita pahami. Biarlah dunia pararel menjaga keseimbannya.”

(Kay, hlm 366)

Kalau dihitung-hitung, butuh waktu 4 tahun untuk Tere Liye mengeluarkan 6 (tambah 1 spin-off) novel yang sangat menakjubkan ini. Berbeda dari serial sebelumnya yang berdiri sendiri (Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang), ketiga serial ini menurutku wajib dibaca secara berurutan karena cerita dari satu novel ke novel lain berlanjut dan saling berkaitan. Kisah petualangan fiksi Raib dkk benar-benar mengajak kita untuk berimajinasi dan belajar mengenai sebuah arti kehidupan. Tidak ada kecacatan dalam cerita yang dibuat oleh Tere Liye. Buku ini pantas mendapatkan rating 9/10! Menurutku, serial Bumi layak diangkat ke layar lebar seperti novel J.K. Rowling, Harry Potter. Kalau menurut kalian bagaimana? Bonne lecture!

#LombaResensiTereLiye

 

 

Create your website at WordPress.com
Get started